Langsung ke konten utama

Book Review: Wisdom from A Small City, Wageningen

Edisi baru untuk blog ini!
Insyaa Allah rutin diposting dalam tiap bulan atau setiap aku selesai membaca sebuah buku. Selamat membaca kawan.

        Alhamdulillah 'ala kulli hal, ada entri baru yang diharapkan dapat menambah wawasan teman-teman. Jadi, untuk book review ini akan menjadi entri rutin. Akan selalu diposting di blog saya. Harapannya cuma satu, kita bisa termotivasi untuk membaca buku. Aku merasa, kebaikan dan inspirasi itu terhenti di aku jika tidak menyebarkannya setelah membaca buku.

NGGAK SALAH KAN JIKA MEMBAGINYA KE ORANG LAIN? SIAPA TAU JODOH BUAT JADI LIST BACAAN teman-teman hehehe...
Baiklah, yuk kita mulai ulas buku " Wisdom from A Small City, Wageningen" yang ditulis oleh Rizka Oktarianti.
................

Cover depan buku
Sumber: Dok. pribadi



      Pandanganku tertuju pada buku kecil di rak buku nonfiksi. "Judul yang sangat menarik!", kataku dalam hati. Saat itu, aku sedang menunggu adik kecil yang sedang mengantri untuk membayar tas sekolahnya di kasir. Karena khawatir, kebosanan menunggunya akan melanda, aku diminta untuk berkeliling. Memang dia sangat paham, kakaknya ini sangat antusias bila melihat buku hehe. Padahal aku sih santai saja saat itu, tak mengapa bila harus menunggunya.
Okey, bicarakan tentang buku inspiratif ini yuk. Dari segi cover, gambar kartun seorang wanita yang bersepeda dengan mengangkat 2 jarinya cukup eye catching. Gambar itu telah mewakili karakter dan aktivitas penulis saat berkuliah di Belanda. Sesuai cerita banget sih kataku. Untuk warnanya, pas! Kombinasi biru, hitam, dan ungu-ungu kepink-ngan. Font judul dan nama penulis yang digunakan pun aku sangat suka, tulisan bersambung gitu ala-ala hand lettering hehehe.

Jumlah halaman buku ini 112 lembar diluar dari halaman testimoni, daftar isi, dan lain-lain yang ada di halaman awal. Harganya coba tebak berapa? Untuk harga Pulau Jawa kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 60.000, sedangkan untuk pulau lain, you must pay Rp 62.000. Harga bukunya akan terasa mahal jika kamu sedang kere haha (aku banget ini).
Tapi... kualitas bukunya mantap kok guys. Nggak semua full text dengan warna hitam, dia berwarna. Bahkan setiap subbab ada reminder nasihat gitu, misalnya terjemahan ayat di Al-Qur'an dan quote-quote yang akan memotivasimu. Eh gambarnya keren juga, lucu deh.

Salah satu halaman yang memiliki gambar menarik
Sumber: Dok. pribadi

Hal pertama yang buat buku ini beda adalah biasanya testimoni dari orang-orang berpengaruh untuk meyakinkan kita membeli sebuah buku akan disisipkan pada cover belakang. Tapi buku Wisdom from A Small City, Wageningen ini, so differrent! Why? Penulisnya justru menyisipkannya di bagian dalam menjadi salah satu halaman awal sebelum daftar isi. Entah aku yang katro apa gimana ya, jujur emang ini pertama kalinya aku mendapatkan buku seperti itu. Tenang, sampul belakangnya nggak kosonglah. Tetap ada sinopsis!

Kutipan ayat Al-Qur'an dalam buku ini Q.S Al Asr:1-3
Sumber: Dok. pribadi



Buku ini bercerita tentang memoir perjalanan pencari ilmu di desa kecil, Wageningen. Bagi penulis, kota kecil tersebut telah memberikan banyak pelajaran berharga dan of course dari benci akhirnya dia cinta juga. Mimpi besarnya untuk berkuliah di luar negeri memang sudah terpatri sejak dulu, dipilihlah London sebagai targetnya. Eh di luar dugaan, qadarallah Mbaknya 'terdampar' di sebuah kota kecil negeri kincir angin.
Kisah perjuangan penulis terbagi dalam beberapa bagian mulai dari A journey to A Dream, Life As A First Year Master Student, Student Backpacker, dan seterusnya. Part yang paling kusuka adalah Colorful Lessons of Being A Minority. Itu bermakna sekali. Aku suka saat dia bercerita tentang first ramadhannya yang harus berpuasa 18 jam, tapi masyaa Allah she do it very well.

Salah satu part cerita favorit
Sumber: Dok. pribadi


" Is it really necessarry to use hijab all the time? Are you comfortable? Is it really what you want, Rizka?" Pertanyaan ini akan kamu temukan pada halaman 38. Ternyata hijab sering juga jadi hal yang membuat orang luar itu penasaran kenapa seorang muslimah harus selalu memakainya kemana-mana. 
Banyak ibroh (pelajaran) lain yang bisa kamu petik dari lembaran buku ini, apalagi jika kamu sedang membutuhkan effort , dorongan kuat untuk memutuskan sesuatu yang besar. 
Ini bukan tentang S2 dulu atau nikah, tapi lebih daripada itu. Tentang sebuah pilihan besar yang harus kamu pertimbangan dengan baik.

"Wageningen mengajarkanku banyak hal: menciptakan kebahagiaan dan kesederhanaan, toleransi, kebaikan tak bersyarat, dan yang terpenting membantuku semakin menemukan cinta-Nya"
****

Wanna borrow this book? Just contact me on Whats app. Sharing buku bareng yuk! Syukron jazakumullah khayr



Komentar

Postingan populer dari blog ini

A JOURNEY TO A DREAM #MasaAnakBaruGede Part 2

Bismillah...     Di luar dugaan, sudah 17 hari aku menikmati waktu beraktivitas di rumah. Qadarallah semenjak corona diumumkan oleh WHO sebagai pandemi, berbagai aktivitas kini harus dikerjakan dari bilik rumah kita. Sampai urusan sholat berjama'ah di masjid pun ikut teralihkan. Betapa kesedihan mendalam terasa untuk hati yang merindukan Ramadhan, tak ingin bulan suci ini sepi dari hentakan kaki yang berjalan menuju rumah-rumah Allah. Tak ingin kubayangkan, Ramadhan akan dinikmati bersama pintu rumah yang tertutup dari suara bising jalanan. .........      Di tengah pandemi covid-19, ternyata ini adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan seri petualangan mimpi. Dan inilah lanjutan kisah yang aku sendiri bahkan tak sabar membacanya hingga selesai. Selamat membaca! *** Memang benar, ternyata fase SMP bagi Fitrah adalah #MasaAnakBaruGede. Catatan mimpi yang kutulis dengan apik harus tergores karna peristiwa itu. Untuk pertama kalinya, aku bertanya ...

Ketika hatimu tidak sesuai dengan orang lain!

 Bismillah... Terbayang tidak ketika hal yang kamu sukai, tidak disukai oleh orang lain? Atau hal yang kamu benci, justru disukai oleh orang lain?  Ketika berada bersama orang- orang yang tidak sejalan dengan pemikiranmu, hal apa yang harus kamu lakukan? Mereka memang sangat baik dan disinilah aku menemukan apa yang telah kucari selama berada disini, tapi.... Kenapa sangat susah untuk mengatakan sesuatu yang salah. Berdakwah itulah hal yang paling kusukai, berbicara didepan umum seperti sebuah jatidiri untukku. Tapi ketika aku tidak bisa menyampaikan ilmu kepada orang yang berada disampingku, rasanya aku seperti sedang berperang dengan syeitan di dunia yang nyata. Syeitan seakan- akan berusaha untuk menghentikan langkahku, ketika aku telah menyampaikan kepadanya namun ia hanya meresponnya 1 kali. Akankah dakwahku berhenti sampai disini untuknya? Aku terkadang kasihan melihat orang-orang yang ada disekelilingku, bagaimana tidak mereka dengan entengnya melakukan hal-hal diluar k...

A JOURNEY TO A DREAM; #MasaAnak

Selamat pagi untuk gadis kecil yang punya banyak impian dalam hidupnya. Di sebuah desa, ia menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Sering belajar tapi jam tidurnya juga banyak. Punya mainan masak-masak yang sering dicuri oleh teman sendiri. Paling pintar menirukan gaya Sherina yang saat itu sedang booming bersama permen chachanya. ***             Hehehe… Hei, assalamu’alaykum selamat datang kembali ke blog aku. Desember tiba dan blog ini dibuka dengan satu paragraf yang membuatku tersenyum malu. Membekas sekali di memoriku tentang ‘Fitrah Kecil’ yang tubuhnya masih mungil aja sampai sekarang *plak.   Aku bersyukur sekali sempat beberapa tahun tinggal di kampung Abahku dan jadi salah satu orang yang lahir disana.             Iya soalnya, tempat pertama kali yang mengajariku punya mimpi besar itu ya ada disana. Walaupun awalnya, saat Abah mengajak aku, kakak, dan m...